selamat tinggal sayang ...
kenang aku sebagai tahun yang membuatmu lebih berani
tahun yang mengisahkan tentang kepahitan
tahun yang akan membuatmu tersenyum saat mengingatnya
ah .. tersenyum kataku
tapi itu harapku ...
bila tahun ini aku tak mampu menjaga air matamu
mungkin saja pernah ku sumbangkan senyuman
untuk kau simpan saat kau lupa tersenyum
last desember 2014
semua mempunyai intonasi dan vibrasi yang berbeda, sayang bila dengan mudah kita lewatkan tanpa menyimpannya pada aksara MARI BERMAIN DENGAN KATA
Rabu, 31 Desember 2014
Senin, 29 Desember 2014
Minggu, 28 Desember 2014
8 BAHASA TUBUH YANG HARUS DI HINDARI SAAT PRESENTASI
ini dia 8 bahasa tubuh yang harus kita hindari saat presentasi
1. Menghindari kontak mata
2. Tidak biasa diam, alias gerak terlalu over
3. Berdiri seperti patung
4. Tangan masuk ke kantong (entah kantong baju atau celana)
5. Meniru gaya orang lain
6. Banyak gurau tapi bukan humor
7. Membawa benda yang tidak berhubungan
8. Bersandan dan tidak berdiri tegak
sumber: Buku Tarbiyah Ta'lim 2,Wada' A
Sajak Ainun
Pekat itu menjelma kembali merajai celah aula hati
dentingan irama resah menggantungkan tanya yang terseok
tanpa jawab pasti
masih adakah kata mesti di dunia ini?
hingga ku lupa hakikat pasti
malam ini...
masih tentang hati
ku merenungi artefak janji
dan sekali lagi tak ku pahami
angin berhembus, bintang berkelip
pagi ini dan sehelai luka
menyabet hatiku dengan belati yang nyata
sebelum hatiku pulih
pedang itu menikam kembali
Rahman ...
ini hambamu ...
yang terus meratap hal ganjil yang pada semestinya tak perlu
nmun senyum dan tawa itu
menjelma menjadi pecut api
yang mencambuk celah-celah jantung
luka itu menjalar
melebar oleh perputaran waktu
atas rotasi yang mengikit erat
pagi ini.... masih bertema pedih
ku basuh jiwaku yang berlumur duka
mengubur segalanya di lubuk hati
semoga ...
ternyata ...
saat sang surya terbit
pagi tadi
ada kepakan yang menaungi celah
celah pekat, kemarin malam
menyulut pelita
dalam kencang terpaan angin barat
barusan ku dengar dahan berderit
"kau tak sendiri"
lamongan 170612
ainoen's poem
dentingan irama resah menggantungkan tanya yang terseok
tanpa jawab pasti
masih adakah kata mesti di dunia ini?
hingga ku lupa hakikat pasti
malam ini...
masih tentang hati
ku merenungi artefak janji
dan sekali lagi tak ku pahami
angin berhembus, bintang berkelip
pagi ini dan sehelai luka
menyabet hatiku dengan belati yang nyata
sebelum hatiku pulih
pedang itu menikam kembali
Rahman ...
ini hambamu ...
yang terus meratap hal ganjil yang pada semestinya tak perlu
nmun senyum dan tawa itu
menjelma menjadi pecut api
yang mencambuk celah-celah jantung
luka itu menjalar
melebar oleh perputaran waktu
atas rotasi yang mengikit erat
pagi ini.... masih bertema pedih
ku basuh jiwaku yang berlumur duka
mengubur segalanya di lubuk hati
semoga ...
ternyata ...
saat sang surya terbit
pagi tadi
ada kepakan yang menaungi celah
celah pekat, kemarin malam
menyulut pelita
dalam kencang terpaan angin barat
barusan ku dengar dahan berderit
"kau tak sendiri"
lamongan 170612
ainoen's poem
watch... become...
watch your tough, they become words
watch your word, they become actions
watch your actions, they become habits
watch your habits, become character
watch your character, it become your destiny
-files not found-
watch your word, they become actions
watch your actions, they become habits
watch your habits, become character
watch your character, it become your destiny
-files not found-
Muak Rindu
kau bilang muak dengan rindu
lalu kenapa kau masih merinduku
lalu kau jawab dengan sesukamu
karena merindumu membuatku tak muak dengan rindu
Hening.....
sepertinya kali ini aku yang muak
kotakosong
lalu kenapa kau masih merinduku
lalu kau jawab dengan sesukamu
karena merindumu membuatku tak muak dengan rindu
Hening.....
sepertinya kali ini aku yang muak
kotakosong
luka dan kopi
ajari aku caranya menghirup luka
lalu menikmati setiap detik yg terasa
katamu seperti menegak sekecup kopi pahit
nikmat tiada akhir ...
hanya sekejap pahit terasa
lalu menghilang dengan harumnya kopi
angkringan 28/12/14
Do'a musim dingin
aku berlindung Tuhan dari jahatnya musim dingin
yang mampu membekukan cinta ini
lalu retak berkeping-keping
aku berlindung Tuhan dari amuknya badai angin
yang mampu menerbangkan rindu ini tanpa arah
tak menentu tanpa peta
aku berlindung Tuhan dari licinnya musim hujan
yang mampu menggelincirkanku
terperosok lubang yg gelap
dan aku tetap berlindung Tuhan
dari apapun yang mampu menghancurkan
segala yang tercipta
amiin
djogjakarta 28/12/14
Bukan Kereta
Rindu itu bukan seperti kereta
yang mampu di rencanakan
kapan datang dan pergi
djogjakarta 28/12/14
yang mampu di rencanakan
kapan datang dan pergi
djogjakarta 28/12/14
Rindu Tak pernah Reda
Rinduku tak pernah reda
selalu ada yang bergemuruh
dan meneteskan rindu itu sederas-derasnya
djogjakarta 28/12/14
-arai-
selalu ada yang bergemuruh
dan meneteskan rindu itu sederas-derasnya
djogjakarta 28/12/14
-arai-
Rabu, 17 Desember 2014
Sajak-Sajak 1987 ZABIDI YAKUB
Sajak-Sajak 1987
andai sejuta kabut itu
tirai cakrawala Langit-Mu
adalah kepastian gugusan mega
untuk nanti pecah jadi hujan
di pelataran tanah merah-Mu
niscaya tanga-tangan segera tengadaah
berebut panjatkan syukur
betapa lelah menanti anugerah
betapa sendu wajah menunggu
hasrat menggapai gugusan mega itu
jangan hanya terbentang di Langit-Mu
tercurahlah, luruhlah di bumi pijakan
tapi kabut-kabut itu
hanya menampak di angan harapan
Cakrawala-Mu begitu cerah
Udara Bumi-Mu begitu gerah
hasrat yang semula membara
malah terbakar lunglai
yang tinggal hanya mata menatap nanar
dan batin begitu kelu, rasa begitu sansai
Batu, Malang, Tahun Baru 1987
Kelabu
jemari lentik siapa
yang coba mengusik perhatian angin
mengajak singgah di beranda kelam
menyimak nada-nada falsetto
denting gitar yang tak pas setelannya
alangkah sendu itu lagu
tertegun aku dibuainya
hati siapa
yang tak gundah gulana
bila kekasih dicinta tak apel padanya
menghadirkan ceria lewat canda tawa
di malam Minggu sebagaimana biasanya
apa gerangan sebab, tanya pun berkelindan
hati siapa
yang tak berbunga-bunga
sejak sore mematut diri di depan kaca
merias wajah agar tampak rupawan
ketika nyatanya tak sia-sia ia ber-make-up
kekasih yang ditunggu hadir di muka pintu
hati siapa
yang tak begitu bahagia
duduk berbincang di sudut ruang
atau bersilang jemari jalan bergandengan
sepanjang koridor plaza menuju bioskop
nonton film dengan cerita percintaan semusim
sedang di kamar yang terkunci ini
hatiku kelabu dicekam rindu
rundung tanya menohok, menuding-tuding
mengapa kekasih tak datang apel padaku
jemukah dia akan rasa cinta
tercelakah diri ini, membuat daya tariknya
menipis
atau ada sikapku yang membuat hatinya tersakiti
oh, kekasih hati
jangan kau buat aku terpenjara dalam prasangka
dan hanya bisa meraba-raba perasaanmu
andai ada salahku yang begitu menyakitkan
hanya maafmu, penegas bahwa kau cinta aku
bila tak dengan kata-kata, isyarat cukup bagiku
perlihatkanlah isyarat itu lewat binar matamu
dan tentang aku, tak usah kau ragu
untukmu jua kusandarkan cinta
Malang, Sabtu larut malam, 4 April 1987
Serenada
Malam
ketika senja mulai jatuh
kekhawatiranku kembali mekar
teja merah pergi sambil terbahak
setelah aku gagal cekali pelangi
temarampun tak berhasil kubujuk
untuk tinggal lebih lama lagi
menemaniku menghadang angin
semua bergegas menuju ufuknya
yang telah janjikan gending malam
tembang pangkur mengalun merdu
aku tinggal dipeluk resah
menunggu datangnya angin malam
untuk kuhadang lalu kucumbu
dalam gelap kamarku yang kecil
setelah neon duapuluh watt kumatikan
antara tembok kelam
dan detak jam yang begitu pelan
kugayutkan nyanyian, serenada malam
yang tak karuan reffreinnya
mengulang-ulang sepenggal bait
silih berganti, namun tak selesai utuh
sekian lagu, sekian irama
telah menguap dari celah bibirku
sekian ratus kata, sekian ribu aksara
kumuntahkan sampai aku lelah
aku lelah, akupun tertidur
aku mimpi, aku mengigau
kuhisap kata, kuhirup aksara
kujilat liur yang basahi bantal
aku terbangun, aku tersadar
kucoba mengingat-ingat apa yang telah kualami
angin malam yang mestinya kuhadang
ternyata telah lama lewat sambil tertawa
sempat singgah, menelanjangiku
kini telah pergi seiring datangnya pagi
aku hanya terkesima, penuh kecewa
aku menanggung aib yang ditinggalkannya
Jalan Candi Badut, Malang, Medio April 1987
coba kau geraikan rambutmu, kasih
kan kuusapkan jemariku membelainya
agar aku dapat nikmati wanginya
coba kau rebah di pangkuanku, kasih
biar kusibak rambut yang luruh di dahimu
agar aku dapat mengelus keningmu
coba kau pandangi aku, kasih
agar dapat kutangkap dan kunikmati
sinar kasih yang memancar di matamu
coba kau rekahkan bibirmu, kasih
biar aku kecup dengan lembut
kita rasakan bersama manisnya cinta
kita nikmati bersama lezatnya cinta
Malang, Mei 1987
kutelusuri lorong hatimu
tingkapnya terkunci rapat sekali
kulihat ada luka menganga
buah dari putus cinta:
kau kini nampak begitu mawas diri
kutelusuri lorong hatimu
tingkapnya terbuka, menanti cinta
rupanya kau tak betah bersepi diri
tapi kenapa kau ragukan ketulusanku
ketika kupersembahkan sekuntum bunga
kutelusuri lorong hatimu
di tingkapnya yang terbuka lebar
kulihat dua asmara bertaut mesra
rupanya telah kau temukan kini
kekasih cendera mata idaman hati
kutelusuri lorong hatimu
kenapa tingkapnya kembali terkunci
rupanya sebuah kenyataan buka suara
ketika cintanya kau terima untuk bersemi
masih juga belum dapat tumbuh abadi
jadinya lukamu pun terkuak kembali
kutelusuri lorong hatimu
lukamu membuat jiwamu goncang
buah cinta yang belum matang
semakin membuatmu bimbang
antara berupaya mencoba mengkaji lagi
atau hanyut dalam kesendirian saja
mengungkung diri dalam bingkai hari
mengisi lembar-lembar sepi
yang terkoyak dari rangkaian waktu
dengan catatan duka dan dendam
yang membara dalam sekam hatimu
kutelusuri lorong hatimu
tidakkah telingamu tuli, matamu buta
andai kau tahu arti keseimbangan hidup
tentu jiwamu akan tetap tenang
andai kau tahu cara memetik hikmahnya
tentu sikapmu akan lebih dewasa
setiap keputusan mengandung kemungkinan
tepat memutuskan, kemungkinannya bagus
keputusan salah, risiko menanti di ujung
bagaimana agar lempang jalan dititi
harus dikaji secara teliti kemungkinan terbaik
tidak pula tepat berpasrah: ”bagaimana nanti”
dengan menghibur diri: ”yang penting dijalani”
Sajak Dulu Kala
Sajak Dulu Kala
oleh : Bayu Adjie Nugroho
oleh sabda-sabda dan getaran Yang Mengaku Maha Kuasa
merasa mampu dan mengajukan diri sebagai Dzat Yang Maha Tunggal
bersama lentera dhawuh-dhawuh para murad
menembus hingga ke relung hati terdalam
membekas dan mengendap bertahun-tahun
rasa suka dan bahagia yang lama dibakar perih
melalui jalan itu, jalan para Murabbi mencapai Rabbinya
aku merangkak, kadang tengkurap, kadang pingsan, dan bosan
dengan lidah yang tetap berusaha istiqamah
menyebut Dia!
Yang Mengaku Tuhanku
bersama Dia!
Yang mengaku satu-satunya sahabatku
untuk Dia!
Yang mengaku hanya disisiNya jalan keluar berada
aku sudah pasrah, lemah dan tak berdaya
untuk sekedar kembali dan mengulang perjalanan
atau mencari Tuhan-Tuhan yang mau menaungiku
entah ini sudah diujung jalan, pertengahan, atau permulaan,
yang jelas biarkanlah, biarkanlah aku mati dalam keadaan tenang
kepada agama yang disebut-sebut dengan Islam
biarkanlah…
kumohon…
di warnet Jamiyyah Islamiyyah, 07/11/13/ 11:04 Kingdom of Saudi Arabia(KSA)
oleh sabda-sabda dan getaran Yang Mengaku Maha Kuasa
merasa mampu dan mengajukan diri sebagai Dzat Yang Maha Tunggal
bersama lentera dhawuh-dhawuh para murad
menembus hingga ke relung hati terdalam
membekas dan mengendap bertahun-tahun
rasa suka dan bahagia yang lama dibakar perih
melalui jalan itu, jalan para Murabbi mencapai Rabbinya
aku merangkak, kadang tengkurap, kadang pingsan, dan bosan
dengan lidah yang tetap berusaha istiqamah
menyebut Dia!
Yang Mengaku Tuhanku
bersama Dia!
Yang mengaku satu-satunya sahabatku
untuk Dia!
Yang mengaku hanya disisiNya jalan keluar berada
aku sudah pasrah, lemah dan tak berdaya
untuk sekedar kembali dan mengulang perjalanan
atau mencari Tuhan-Tuhan yang mau menaungiku
entah ini sudah diujung jalan, pertengahan, atau permulaan,
yang jelas biarkanlah, biarkanlah aku mati dalam keadaan tenang
kepada agama yang disebut-sebut dengan Islam
biarkanlah…
kumohon…
di warnet Jamiyyah Islamiyyah, 07/11/13/ 11:04 Kingdom of Saudi Arabia(KSA)
Sabtu, 13 Desember 2014
SAJAK CHAIRUL ANWAR
NISAN
untuk nenekanda
Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
Dan duka maha tuan bertakhta
Oktober 1942
PENGHIDUPAN
Lautan maha dalam
Mukul denture selama
Nguji tenaga pematang kita
Mukul denture selama
Hinga hancur remuk redam
Kurnia Bahgia
Kecil setumpuk
Sia-sia dilindung, sia-sia dipupuk
Desember 1942
1943
TAK SEPADAN
Aku kira :
Beginilah nanti jadinya
Kau Kawin, beranak dan berbahgia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka
Jadi baik juga kita padani
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tingal rangka
Februari 1943
SIA-SIA *
Penghabisan kali itu kau datang
membawa karangan kembang
Mawar merah dan melati putih :
darah dan suci
Kau tebarkan depanku
serta pandang yang memastikan : Untukmu.
Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya : Apakah ini ?
Cinta? Keduanya tak mengerti.
Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.
Ah !
Hatiku yang tak mau member
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
*Versi Deru Campur Debu (Editor)
SIA-SIA*
Penghabisan kali itu kau datang
Membawa kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Darah dan Suci
Kau terbarkan depanku
Serta pandang yang memastikan :untukmu
Lalu kita sama termangu
Saling bertanya : apakah ini?
Cinta? Kita berdua tak mengerti
Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri
Ah! Hatiku yang tak mau member
Mampus kau dikoyak-koyak sepi
Februari 1943
*Versi KT (Editor)
AJAKAN*
Ida
Menembus sudah caya
Udara tebal kabut
Kaca hitam lumut
Pecah pencar sekarang
Di ruang legah lapang
Mari ria lagi
Tujuh belas tahun kembali
Bersepeda sama gandengan
Kita jalani ini jalan
Ria bahgia
Tak acuh apa-apa
Gembira-riang
C[Biar hujan Datang
Kita mandi-basahkan diri
Tahu pasti sebentar kering lagi.
Februari 1943
*Versi NA
SENDIRI
Hidup tambah sepi, tambah hampa
Malam apa lagi
Ia mencekik ngeri
Dicekik kesunyian kamarnya
Ia membenci. Dirinya dari segala
Dalamketakutan-menanti ia menyebut satu nama
Terkejut ia terduduk. Siapa memanggil itu ?
Ah! Lemah lesu ia tersedu :Ibu ! Ibu!
Februari 1943
PELARIAN
I
Tak tertahan lagi
Remang miang sengketa disini
Dalam lari
Dihempaskannya pintu keras tak terhingga
Hancur-lelah sepi seketika
Dan paduan dua jiwa.
II
Dari kelam ke malam
Tertawa-meringis malam menerimanya
Ini batu baru tercampung dalam gelita
“Mau apa?Rayu dan pelupa,
Aku ada! Pilih saja!
Bujuk dibeli?
Atau sungguh sunyi?
Mari! Mari!
Turut saja “
Tak kuasa – terengkam
Ia dicengkam malam
Februari 1943
NISAN
untuk nenekanda
Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
Dan duka maha tuan bertakhta
Oktober 1942
PENGHIDUPAN
Lautan maha dalam
Mukul denture selama
Nguji tenaga pematang kita
Mukul denture selama
Hinga hancur remuk redam
Kurnia Bahgia
Kecil setumpuk
Sia-sia dilindung, sia-sia dipupuk
Desember 1942
1943
TAK SEPADAN
Aku kira :
Beginilah nanti jadinya
Kau Kawin, beranak dan berbahgia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka
Jadi baik juga kita padani
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tingal rangka
Februari 1943
SIA-SIA *
Penghabisan kali itu kau datang
membawa karangan kembang
Mawar merah dan melati putih :
darah dan suci
Kau tebarkan depanku
serta pandang yang memastikan : Untukmu.
Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya : Apakah ini ?
Cinta? Keduanya tak mengerti.
Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.
Ah !
Hatiku yang tak mau member
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
*Versi Deru Campur Debu (Editor)
SIA-SIA*
Penghabisan kali itu kau datang
Membawa kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Darah dan Suci
Kau terbarkan depanku
Serta pandang yang memastikan :untukmu
Lalu kita sama termangu
Saling bertanya : apakah ini?
Cinta? Kita berdua tak mengerti
Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri
Ah! Hatiku yang tak mau member
Mampus kau dikoyak-koyak sepi
Februari 1943
*Versi KT (Editor)
AJAKAN*
Ida
Menembus sudah caya
Udara tebal kabut
Kaca hitam lumut
Pecah pencar sekarang
Di ruang legah lapang
Mari ria lagi
Tujuh belas tahun kembali
Bersepeda sama gandengan
Kita jalani ini jalan
Ria bahgia
Tak acuh apa-apa
Gembira-riang
C[Biar hujan Datang
Kita mandi-basahkan diri
Tahu pasti sebentar kering lagi.
Februari 1943
*Versi NA
SENDIRI
Hidup tambah sepi, tambah hampa
Malam apa lagi
Ia mencekik ngeri
Dicekik kesunyian kamarnya
Ia membenci. Dirinya dari segala
Dalamketakutan-menanti ia menyebut satu nama
Terkejut ia terduduk. Siapa memanggil itu ?
Ah! Lemah lesu ia tersedu :Ibu ! Ibu!
Februari 1943
PELARIAN
I
Tak tertahan lagi
Remang miang sengketa disini
Dalam lari
Dihempaskannya pintu keras tak terhingga
Hancur-lelah sepi seketika
Dan paduan dua jiwa.
II
Dari kelam ke malam
Tertawa-meringis malam menerimanya
Ini batu baru tercampung dalam gelita
“Mau apa?Rayu dan pelupa,
Aku ada! Pilih saja!
Bujuk dibeli?
Atau sungguh sunyi?
Mari! Mari!
Turut saja “
Tak kuasa – terengkam
Ia dicengkam malam
Februari 1943
untuk nenekanda
Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
Dan duka maha tuan bertakhta
Oktober 1942
PENGHIDUPAN
Lautan maha dalam
Mukul denture selama
Nguji tenaga pematang kita
Mukul denture selama
Hinga hancur remuk redam
Kurnia Bahgia
Kecil setumpuk
Sia-sia dilindung, sia-sia dipupuk
Desember 1942
1943
TAK SEPADAN
Aku kira :
Beginilah nanti jadinya
Kau Kawin, beranak dan berbahgia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka
Jadi baik juga kita padani
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tingal rangka
Februari 1943
SIA-SIA *
Penghabisan kali itu kau datang
membawa karangan kembang
Mawar merah dan melati putih :
darah dan suci
Kau tebarkan depanku
serta pandang yang memastikan : Untukmu.
Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya : Apakah ini ?
Cinta? Keduanya tak mengerti.
Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.
Ah !
Hatiku yang tak mau member
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
*Versi Deru Campur Debu (Editor)
SIA-SIA*
Penghabisan kali itu kau datang
Membawa kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Darah dan Suci
Kau terbarkan depanku
Serta pandang yang memastikan :untukmu
Lalu kita sama termangu
Saling bertanya : apakah ini?
Cinta? Kita berdua tak mengerti
Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri
Ah! Hatiku yang tak mau member
Mampus kau dikoyak-koyak sepi
Februari 1943
*Versi KT (Editor)
AJAKAN*
Ida
Menembus sudah caya
Udara tebal kabut
Kaca hitam lumut
Pecah pencar sekarang
Di ruang legah lapang
Mari ria lagi
Tujuh belas tahun kembali
Bersepeda sama gandengan
Kita jalani ini jalan
Ria bahgia
Tak acuh apa-apa
Gembira-riang
C[Biar hujan Datang
Kita mandi-basahkan diri
Tahu pasti sebentar kering lagi.
Februari 1943
*Versi NA
SENDIRI
Hidup tambah sepi, tambah hampa
Malam apa lagi
Ia mencekik ngeri
Dicekik kesunyian kamarnya
Ia membenci. Dirinya dari segala
Dalamketakutan-menanti ia menyebut satu nama
Terkejut ia terduduk. Siapa memanggil itu ?
Ah! Lemah lesu ia tersedu :Ibu ! Ibu!
Februari 1943
PELARIAN
I
Tak tertahan lagi
Remang miang sengketa disini
Dalam lari
Dihempaskannya pintu keras tak terhingga
Hancur-lelah sepi seketika
Dan paduan dua jiwa.
II
Dari kelam ke malam
Tertawa-meringis malam menerimanya
Ini batu baru tercampung dalam gelita
“Mau apa?Rayu dan pelupa,
Aku ada! Pilih saja!
Bujuk dibeli?
Atau sungguh sunyi?
Mari! Mari!
Turut saja “
Tak kuasa – terengkam
Ia dicengkam malam
Februari 1943
NISAN
untuk nenekanda
Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
Dan duka maha tuan bertakhta
Oktober 1942
PENGHIDUPAN
Lautan maha dalam
Mukul denture selama
Nguji tenaga pematang kita
Mukul denture selama
Hinga hancur remuk redam
Kurnia Bahgia
Kecil setumpuk
Sia-sia dilindung, sia-sia dipupuk
Desember 1942
1943
TAK SEPADAN
Aku kira :
Beginilah nanti jadinya
Kau Kawin, beranak dan berbahgia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka
Jadi baik juga kita padani
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tingal rangka
Februari 1943
SIA-SIA *
Penghabisan kali itu kau datang
membawa karangan kembang
Mawar merah dan melati putih :
darah dan suci
Kau tebarkan depanku
serta pandang yang memastikan : Untukmu.
Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya : Apakah ini ?
Cinta? Keduanya tak mengerti.
Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.
Ah !
Hatiku yang tak mau member
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
*Versi Deru Campur Debu (Editor)
SIA-SIA*
Penghabisan kali itu kau datang
Membawa kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Darah dan Suci
Kau terbarkan depanku
Serta pandang yang memastikan :untukmu
Lalu kita sama termangu
Saling bertanya : apakah ini?
Cinta? Kita berdua tak mengerti
Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri
Ah! Hatiku yang tak mau member
Mampus kau dikoyak-koyak sepi
Februari 1943
*Versi KT (Editor)
AJAKAN*
Ida
Menembus sudah caya
Udara tebal kabut
Kaca hitam lumut
Pecah pencar sekarang
Di ruang legah lapang
Mari ria lagi
Tujuh belas tahun kembali
Bersepeda sama gandengan
Kita jalani ini jalan
Ria bahgia
Tak acuh apa-apa
Gembira-riang
C[Biar hujan Datang
Kita mandi-basahkan diri
Tahu pasti sebentar kering lagi.
Februari 1943
*Versi NA
SENDIRI
Hidup tambah sepi, tambah hampa
Malam apa lagi
Ia mencekik ngeri
Dicekik kesunyian kamarnya
Ia membenci. Dirinya dari segala
Dalamketakutan-menanti ia menyebut satu nama
Terkejut ia terduduk. Siapa memanggil itu ?
Ah! Lemah lesu ia tersedu :Ibu ! Ibu!
Februari 1943
PELARIAN
I
Tak tertahan lagi
Remang miang sengketa disini
Dalam lari
Dihempaskannya pintu keras tak terhingga
Hancur-lelah sepi seketika
Dan paduan dua jiwa.
II
Dari kelam ke malam
Tertawa-meringis malam menerimanya
Ini batu baru tercampung dalam gelita
“Mau apa?Rayu dan pelupa,
Aku ada! Pilih saja!
Bujuk dibeli?
Atau sungguh sunyi?
Mari! Mari!
Turut saja “
Tak kuasa – terengkam
Ia dicengkam malam
Februari 1943
THE LAST DATE WITH THE MOON
THE LAST DATE WITH THE MOON
By Mych Ryan
Here I am, standing in the brink of the day
Staring at the sun that has gone away
And a smile upon your face,
Make me never wanna leave this place
There you are, hardly I can see cause you just so far
I see your eyes blinking, are you a star?
But I remember you said you’re a moon
So I should have seen you soon
And here we are now,
You come to me somehow
You are getting closer and closer,
But why I feel like a stranger?
I remember,
It’s been 365 nights since the last goodbye
It’s too long for me, that’s the reason why
Now please come down, get lower
I’m on the top of the tower and can’t go higher
I have something to say to you
I need to tell you, that… I wanna stop loving you
______________
February 5, 2010
By Mych Ryan
Here I am, standing in the brink of the day
Staring at the sun that has gone away
And a smile upon your face,
Make me never wanna leave this place
There you are, hardly I can see cause you just so far
I see your eyes blinking, are you a star?
But I remember you said you’re a moon
So I should have seen you soon
And here we are now,
You come to me somehow
You are getting closer and closer,
But why I feel like a stranger?
I remember,
It’s been 365 nights since the last goodbye
It’s too long for me, that’s the reason why
Now please come down, get lower
I’m on the top of the tower and can’t go higher
I have something to say to you
I need to tell you, that… I wanna stop loving you
______________
February 5, 2010
HIRUP
HIRUP
Oleh Ato Paskal
Hirup lir ibarat lengkah
Sing ati ati tur tarapti
nincak ulah ngan saukur lengkah
bari komo jeung dudupak rurumpak
bisi manggih beling nu pastina bakal nygagk
Hirup jeung kahirupan
lir ibarat lengkah jeung tujuan
lengkah merenah nu ku dilampah
tinangku barokah tujuan
nu ku urang baris kahontal
Panggoda dunya tong dijadikeun alasan
pikeun ngalengkah salah
lantaran bala tangtuna bakal karasa
Kamajuan dunya
kudu dibarengan ku motekar akal
jeung lengkah nu basajan
lengkah merenah kahirupa barokah
Oleh Ato Paskal
Hirup lir ibarat lengkah
Sing ati ati tur tarapti
nincak ulah ngan saukur lengkah
bari komo jeung dudupak rurumpak
bisi manggih beling nu pastina bakal nygagk
Hirup jeung kahirupan
lir ibarat lengkah jeung tujuan
lengkah merenah nu ku dilampah
tinangku barokah tujuan
nu ku urang baris kahontal
Panggoda dunya tong dijadikeun alasan
pikeun ngalengkah salah
lantaran bala tangtuna bakal karasa
Kamajuan dunya
kudu dibarengan ku motekar akal
jeung lengkah nu basajan
lengkah merenah kahirupa barokah
Jumat, 12 Desember 2014
Mawar Hitam
luka itu memang terlalu berat untukmu
terlalu keras untuk kau rasakan
tak seperti keinginan dan harapan
yang selalu kau impikan
kau inginkan, kau khayalkan
dan kau bayangkan dulu
mestinya kau sadari itu
bukan penyesalan yg ada di hati
saat kau yakinkan diri untuk pergi
coba hadapi semua ini sendiri
dan ternyata keyakinan
tak cukup mampu untuk melawan
kau pun tak mampu bertahan
kini kau mawar penghias malam
kau mawar hitam
harummu kepedihan
kau arungi waktu
di setiap belukar
tapi tetap saja hitam
meski air mata darah kau curahkan
berat hati rindukan jalan terbaik
untuk tetap berdiri
penyesalan memang selalu menakutkan
tapi itu kenyataan
jangan menangis
meski kau sesali
singkirkan semua
bila tak kau inginkan
terlalu keras untuk kau rasakan
tak seperti keinginan dan harapan
yang selalu kau impikan
kau inginkan, kau khayalkan
dan kau bayangkan dulu
mestinya kau sadari itu
bukan penyesalan yg ada di hati
saat kau yakinkan diri untuk pergi
coba hadapi semua ini sendiri
dan ternyata keyakinan
tak cukup mampu untuk melawan
kau pun tak mampu bertahan
kini kau mawar penghias malam
kau mawar hitam
harummu kepedihan
kau arungi waktu
di setiap belukar
tapi tetap saja hitam
meski air mata darah kau curahkan
berat hati rindukan jalan terbaik
untuk tetap berdiri
penyesalan memang selalu menakutkan
tapi itu kenyataan
jangan menangis
meski kau sesali
singkirkan semua
bila tak kau inginkan
NOT WITH ME
I'm waking up from my summer dreams again
try to thinking if you're alright
then i'm shattered by the shadows of your eyes
knowing you're still here by my side
try to thinking if you're alright
then i'm shattered by the shadows of your eyes
knowing you're still here by my side
I can see you if you're not with me
i can say to my self if you're okay
i can feel you if you're not with me
i can reach you my self, you show me the way
Life was never be so easy as it seems
'till you come and bring your love inside
no matter space and distance make it look so far
still i know you're still here by my side
'till you come and bring your love inside
no matter space and distance make it look so far
still i know you're still here by my side
Yeah you're made me so alive,
you give the best for me
love and fantasy
yeah
and i never feel so lonely,
coz you're always here with me yeah
always here with me
I'm waking up from my summer dreams again
try to thinking if you're alright
then i'm shattered by the shadows of your eyes
knowing you're still here by my side
Anugrah terindah yang pernah ku miliki
Melihat tawamu
Mendengar senandungmu
Terlihat jelas dimataku
Warna - warna indahmu
Menatap langkahmu
Menatap langkahmu
Meratapi kisah hidupmu
Terlihat jelas bahwa hatimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Sifatmu nan s'lalu
Sifatmu nan s'lalu
Redakan ambisiku
Tepikan khilafku
Dari bunga yang layu
Saat kau disisiku
Saat kau disisiku
Kembali dunia ceria
Tegaskan bahwa kamu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu
Hangat peluk janjimu
Anugrah terindah yang pernah ku miliki
Sahabat sejatiku
Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka
Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini
http://musiklib.org/Sheila_On_7-Sahabat_Sejati-Lirik_Lagu.htm
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka
Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini
http://musiklib.org/Sheila_On_7-Sahabat_Sejati-Lirik_Lagu.htm
Rabu, 10 Desember 2014
biorama hujan
ku toreh pekatku
ada potret sejarah yang ingin ku bingkai
pada lembaran hari ini
tentangku tentang spektrum rinduku
pada biorama hujan sebelum senja
ada potret sejarah yang ingin ku bingkai
pada lembaran hari ini
tentangku tentang spektrum rinduku
pada biorama hujan sebelum senja
pembatas
mungkin dinding pembatas kita kini
bukan sekedar jarak atau masa
namun tentangnya waktu tlah menggoreskan
keyakinan, opini, dan kesimpulan berbeda
di setiap helai lusuh takdir kita
kisah yang terbentuk
keputusan yang di ambil
sesaat setelah kenyataan memisahkan
langkah kita di persimpangan
melukiskan objek yang berbeda
tentang komitmen, cinta dan kehidupan
jauh di pelupuk mata kita
entah biru, jingga atau keemasan
ku toleh kebelakang sesuatu terbentuk dan membekas
di alur masa yang kita lewati
jejak kaki kita
file-file yang beratur berarak
menapak tilas perjuangan kita di masa lalu
saat bersusah payah mengukir ketulusan
jatuh bangun di setiap alineanya
menawar harga kebenaran kata-kata
pada butir gerimis yang membekas
saat hakikat persahabatan tak lagi logis
dengan makna yang tabu untuk di pahami
hati kita berbeda
mendung pekat kelabu tak perlu di perbincangkan
hanya fahamilah ... hidup kita berbeda
namun tetaplah seperti kuning dan merah yang berbeda
tapi menjadi pelangi
ya tetap dalam perbedaannya
dan tetaplah menjadi hari ini meski esok berbeda
bukan sekedar jarak atau masa
namun tentangnya waktu tlah menggoreskan
keyakinan, opini, dan kesimpulan berbeda
di setiap helai lusuh takdir kita
kisah yang terbentuk
keputusan yang di ambil
sesaat setelah kenyataan memisahkan
langkah kita di persimpangan
melukiskan objek yang berbeda
tentang komitmen, cinta dan kehidupan
jauh di pelupuk mata kita
entah biru, jingga atau keemasan
ku toleh kebelakang sesuatu terbentuk dan membekas
di alur masa yang kita lewati
jejak kaki kita
file-file yang beratur berarak
menapak tilas perjuangan kita di masa lalu
saat bersusah payah mengukir ketulusan
jatuh bangun di setiap alineanya
menawar harga kebenaran kata-kata
pada butir gerimis yang membekas
saat hakikat persahabatan tak lagi logis
dengan makna yang tabu untuk di pahami
hati kita berbeda
mendung pekat kelabu tak perlu di perbincangkan
hanya fahamilah ... hidup kita berbeda
namun tetaplah seperti kuning dan merah yang berbeda
tapi menjadi pelangi
ya tetap dalam perbedaannya
dan tetaplah menjadi hari ini meski esok berbeda
biorama hujan
dentingnya seperti nyanyian yang mengeja kenangan
mengepak rindu yang berserakan
menghentikan waktu yang di jalani
hujan bukan masalah genangan
tapi takut saat terpeleset kenangan
mengepak rindu yang berserakan
menghentikan waktu yang di jalani
hujan bukan masalah genangan
tapi takut saat terpeleset kenangan
Minggu, 07 Desember 2014
My Desember
"My December"
This is my December
This is my time of the year
This is my December
This is all so clear
This is my December
This is my snow covered home
This is my December
This is me alone
And I
Just wish that I didn't feel
Like there was something I missed
And I
Take back all the things that I said
To make you feel like that
And I
Just wish that I didn't feel
Like there was something I missed
And I
Take back all the things that I said to you
And I'd give it all away
Just to have somewhere
To go to
Give it all away
To have someone
To come home to
This is my December
These are my snow covered trees
This is me pretending
This is all I need
And I
Just wish that I didn't feel
Like there was something I missed
And I
Take back all the things that I said
To make you feel like that
And I
Just wish that I didn't feel
Like there was something I missed
And I
Take back all the things I said to you
And I give it all away
Just to have
Somewhere to go to
Give it all away
To have someone
To come home to
This is my December
This is my time of the year
This is my December
This is all so clear
Give it all away
Just to have somewhere
To go to
Give it all away
To have someone
To come home to
Give it all away
Just to have somewhere
To go to
Give it all away
To have someone
To come home to
This is my December
This is my time of the year
This is my December
This is all so clear
This is my December
This is my snow covered home
This is my December
This is me alone
And I
Just wish that I didn't feel
Like there was something I missed
And I
Take back all the things that I said
To make you feel like that
And I
Just wish that I didn't feel
Like there was something I missed
And I
Take back all the things that I said to you
And I'd give it all away
Just to have somewhere
To go to
Give it all away
To have someone
To come home to
This is my December
These are my snow covered trees
This is me pretending
This is all I need
And I
Just wish that I didn't feel
Like there was something I missed
And I
Take back all the things that I said
To make you feel like that
And I
Just wish that I didn't feel
Like there was something I missed
And I
Take back all the things I said to you
And I give it all away
Just to have
Somewhere to go to
Give it all away
To have someone
To come home to
This is my December
This is my time of the year
This is my December
This is all so clear
Give it all away
Just to have somewhere
To go to
Give it all away
To have someone
To come home to
Give it all away
Just to have somewhere
To go to
Give it all away
To have someone
To come home to
menulislah....
menulis bukanlah program, gaya penulisan adalah kita yang menciptakan
lembaga tidak memberikan apa yang kalian inginkan
tapi kalian bisa dapat apa yang kalian inginkan
motivasi terbaik untuk bertahan adalah dari diri kita sendiri bukan orang lain
orang lain hanyalah penghantar kita, Alarm kita
lembaga tidak memberikan apa yang kalian inginkan
tapi kalian bisa dapat apa yang kalian inginkan
motivasi terbaik untuk bertahan adalah dari diri kita sendiri bukan orang lain
orang lain hanyalah penghantar kita, Alarm kita
Kamis, 13 November 2014
impian
Salah satu keindahan di dunia ini yang akan selalu di kenang adalah ketika kita bisa melihat atau merasakan sebuah impian menjadi kenyataan
-donny dirgantoro-
-donny dirgantoro-
bumi berputar
Kadang-kadang langit bisa kelihatan hitam yang kosong, padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap ada di sana. Bumi hanya sedang berputar.
-perahu kertas-
-perahu kertas-
Senyum Sajak
Simpanlah senyum dan sajakku, hanya itu yang aku tinggalkan saat nanti setelah takdir tak lagi berjabat.
-NAM (senyum sajak)
-NAM (senyum sajak)
You're the universe You're drifer
Akan selalu ada suatu keadaan. Kenangan dan orang-orang tertentu yang pernah singgah, dalam hati kita. Dan meninggalkan jejak langkah dalam hati kita dan kita pun tidak akan pernah sama lagi seperti kita sebelumnya.
-5cm-
-5cm-
Rabu, 12 November 2014
Senja
Kali ini angkasa seperti terbelah jadi dua
semu kemerahan di ufuk timur
dan sebagian lagi masih biru tua
menyisakan jejak malam dan kawanan berbintang
sementara bulan masih menyala perak
bundar bagaikan mutiara
yang bertengger di tepi langit siap ditelan
mulut fajar
dan rindu masih mengapung di sana
semu kemerahan di ufuk timur
dan sebagian lagi masih biru tua
menyisakan jejak malam dan kawanan berbintang
sementara bulan masih menyala perak
bundar bagaikan mutiara
yang bertengger di tepi langit siap ditelan
mulut fajar
dan rindu masih mengapung di sana
jangan melarikan diri
Tolong mentari senja bertahanlah sebentar lagi
aku benar-benar ingin menjaga orang yang ku sayangi
mengubah masa lalu yang pahit menjadi kenangan
kalau memang kenangan berharga jangan di hapus
karena kalau sudah meninggal
orang itu hanya mampu hidup dalam kenangan orang lain saja
meninggalkan warna kesedihan dan menghilang dalam sekejap
jangan pergi dariku berjanjilah
seandainya aku bisa lebih kuat
kan kau yang bilang jangan melarikan diri
-detectif conan-
Hujan
adalah aku yang datang tanpa di undang
adalah aku ya pergi tanpa ada kata perpisahan
adalah aku yang jatuh berkali-kali namun selalu ingin kembali
adalah aku yang menyeka ujung kenangan
adalah aku menciptakan pelangi
adalah aku yang bertasbih bersama rinai ku yang indah ....
dan rintik ini belum juga berlalu
jogja
12112014 22:34
adalah aku ya pergi tanpa ada kata perpisahan
adalah aku yang jatuh berkali-kali namun selalu ingin kembali
adalah aku yang menyeka ujung kenangan
adalah aku menciptakan pelangi
adalah aku yang bertasbih bersama rinai ku yang indah ....
dan rintik ini belum juga berlalu
jogja
12112014 22:34
Nyawa
"Bodoh, bukan masalah orang lain atau diri sendiri, itu adalah benda berharga yang tak boleh di renggut. Orang bodoh yang mau menghabisinya sama saja dengan pembunuh walaupun itu milik sendiri"
-ibu heiji (Detektif Conan)-
-ibu heiji (Detektif Conan)-
THE POWER OF SOUL
"Jika buruk hatinya, maka buruk pula jasadnya
Jika baik jasadnya , maka baik pula jasadnya"
saat kekuatan hati begitu kuat memegang segala kendali prilaku manusia
YA MUQALLIBAL QULUB TSABIT QOLBI ALA DINI
YA MISHORRIFAL QULUB SHORRIFI ALA THOATIQ
Jika baik jasadnya , maka baik pula jasadnya"
saat kekuatan hati begitu kuat memegang segala kendali prilaku manusia
YA MUQALLIBAL QULUB TSABIT QOLBI ALA DINI
YA MISHORRIFAL QULUB SHORRIFI ALA THOATIQ
Jumat, 07 November 2014
hujan
Rinai hujan basahi aku
Temani sepi yang mengendap
Kala aku mengingatmu
Dan semua saat manis itu
Segalanya seperti mimpi
Kujalani hidup sendiri
Andai waktu berganti
Aku tetap tak'kan berubah
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
Selalu ada cerita
Tersimpan di hatiku
Tentang kau dan hujan
Tentang cinta kita
Yang mengalir seperti air
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
Aku bisa tersenyum sepanjang hari
Karena hujan pernah menahanmu disini
Untukku
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
Temani sepi yang mengendap
Kala aku mengingatmu
Dan semua saat manis itu
Segalanya seperti mimpi
Kujalani hidup sendiri
Andai waktu berganti
Aku tetap tak'kan berubah
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
Selalu ada cerita
Tersimpan di hatiku
Tentang kau dan hujan
Tentang cinta kita
Yang mengalir seperti air
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
Aku bisa tersenyum sepanjang hari
Karena hujan pernah menahanmu disini
Untukku
Aku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karena aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
do'a
Siapalah aku. Pemimpi yang hanya mampu mencintaimu lewat doa-doa.
karena bagiku tak ada kata yang lebih romantis selain do'a
karena bagiku tak ada kata yang lebih romantis selain do'a
Selasa, 28 Oktober 2014
sajak Sapardi Djoko Damono
“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
― Sapardi Djoko Damono
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
― Sapardi Djoko Damono
“Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“The day will come
When my body no longer exists
But in the lines of this poem
I will never let you be alone
The day will come
When my voice is no longer heard
But within the words of this poem
I will continue to watch over you
The day will come
When my dreams are no longer known
But in the spaces found in the letters of this poem
I will never tired of looking for you”
― Sapardi Djoko Damono
When my body no longer exists
But in the lines of this poem
I will never let you be alone
The day will come
When my voice is no longer heard
But within the words of this poem
I will continue to watch over you
The day will come
When my dreams are no longer known
But in the spaces found in the letters of this poem
I will never tired of looking for you”
― Sapardi Djoko Damono
“dalam diriku mengalir sungai panjang,
darah namanya;
dalam diriku menggenang telaga darah,
sukma namanya;
dalam diriku meriak gelombang sukma,
hidup namanya;
dan karena hidup itu indah,
aku menangis sepuas-puasnya”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
darah namanya;
dalam diriku menggenang telaga darah,
sukma namanya;
dalam diriku meriak gelombang sukma,
hidup namanya;
dan karena hidup itu indah,
aku menangis sepuas-puasnya”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil
berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun
rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil
menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.
Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.”
― Sapardi Djoko Damono
Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.”
― Sapardi Djoko Damono
“Sajak kecil tentang cinta
Mencintai angin harus menjadi siut...
Mencintai air harus menjadi ricik...
Mencintai gunung harus menjadi terjal...
Mencintai api harus menjadi jilat...
Mencintai cakrawala harus menebas jarak...
MencintaiMu harus menjadi aku”
― Sapardi Djoko Damono
Mencintai angin harus menjadi siut...
Mencintai air harus menjadi ricik...
Mencintai gunung harus menjadi terjal...
Mencintai api harus menjadi jilat...
Mencintai cakrawala harus menebas jarak...
MencintaiMu harus menjadi aku”
― Sapardi Djoko Damono
“barangkali hidup adalah doa yang panjang, dan sunyi adalah
minuman keras. ia merasa Tuhan sedang memandangnya dengan curiga; ia pun
bergegas.”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“Kita berdua saja duduk,
Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput,
Kau entah memesan apa,
Aku memesan batu ditengah sungai terjal yang deras,
Kau entah memesan apa,
Tapi kita berdua saja duduk,”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput,
Kau entah memesan apa,
Aku memesan batu ditengah sungai terjal yang deras,
Kau entah memesan apa,
Tapi kita berdua saja duduk,”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“Apa yang kau tangkap dari suara hujan
Dari daun-daun bugenvil yang teratur mengetuk jendel.
Apakah yang kau tangkap dari bau tanah
Dari ricik air yang turun di selokan”
― Sapardi Djoko Damono
Dari daun-daun bugenvil yang teratur mengetuk jendel.
Apakah yang kau tangkap dari bau tanah
Dari ricik air yang turun di selokan”
― Sapardi Djoko Damono
“I want to love you simply, in words not spoken: tinder to the flame which transforms it to ash
I want to love you simply, in signs not expressed: clouds to the rain which make them evanescent (Aku Ingin-I Want)”
― Sapardi Djoko Damono
I want to love you simply, in signs not expressed: clouds to the rain which make them evanescent (Aku Ingin-I Want)”
― Sapardi Djoko Damono
“Secangkir kopi yang dengan tenang menunggu kau minum itu tidak
pernah mengusut kenapa kau bisa membedakan aromanya dari asap yang
setiap hari kau hirup ketika berangkat dan pulang kerja di kota yang
semakin tidak bisa mengerti kenapa mesti ada secangkir kopi yang
tersedia di atas meja setiap pagi”
― Sapardi Djoko Damono
― Sapardi Djoko Damono
“Dalam Doaku
Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana
Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku
Aku mencintaimu..
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu
(1989)”
― Sapardi Djoko Damono
Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana
Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku
Aku mencintaimu..
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu
(1989)”
― Sapardi Djoko Damono
“Aku Ingin
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya debu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
― Sapardi Djoko Damono
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya debu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
― Sapardi Djoko Damono
“JARAK
dan Adam turun di hutan-hutan
mengabur dalam dongengan
dan kita tiba-tiba di sini
tengadah ke langit; kosong sepi”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
dan Adam turun di hutan-hutan
mengabur dalam dongengan
dan kita tiba-tiba di sini
tengadah ke langit; kosong sepi”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“Waktu berjalan ke Barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di belakang.
Aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan.
Aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang,
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan.”
― Sapardi Djoko Damono
Aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan.
Aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang,
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan.”
― Sapardi Djoko Damono
“SEMENTRA KITA SALING BERBISIK
Sementara kita saling berbisik
Untuk lebih lama tinggal
Pada debu, cinta yang tinggal berupa
Bunga kertas dan lintasan angka-angla
Ketika kita saling berbisik
Di luar semakin sengit malam hari
Memadamkan bekas-bekas telapak kaki, menyekap sisa-sisa unggun api
Sebelum fajar. Ada yang masih bersikeras abadi.
(1966)”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
Sementara kita saling berbisik
Untuk lebih lama tinggal
Pada debu, cinta yang tinggal berupa
Bunga kertas dan lintasan angka-angla
Ketika kita saling berbisik
Di luar semakin sengit malam hari
Memadamkan bekas-bekas telapak kaki, menyekap sisa-sisa unggun api
Sebelum fajar. Ada yang masih bersikeras abadi.
(1966)”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“DI RESTORAN
Kita berdua saja, duduk. Aku memesan
ilalang panjang dan bunga rumput --
kau entah memesan apa. Aku memesan
batu ditengah sungai terjal yang deras --
kau entah memesan apa. Tapi kita berdua
saja, duduk. Aku memesan rasa sakit
yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu.
(1989)”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
Kita berdua saja, duduk. Aku memesan
ilalang panjang dan bunga rumput --
kau entah memesan apa. Aku memesan
batu ditengah sungai terjal yang deras --
kau entah memesan apa. Tapi kita berdua
saja, duduk. Aku memesan rasa sakit
yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu.
(1989)”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“YANG FANA ADALAH WAKTU
Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”
tanyamu.
Kita abadi.
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982”
― Sapardi Djoko Damono, Perahu Kertas
Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”
tanyamu.
Kita abadi.
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982”
― Sapardi Djoko Damono, Perahu Kertas
November
I left you out in the English rain
To soak you through and dilute the blame
Don’t ever want to hear those words today
You made me high then you swooped so low
From a hummingbird to a silent crow
I was on your side but then I saw it change
I always used to love November
But now it always floods with rain
Oh how can I forgive?
Those words will stain forever
I left you out in the English rain
To soak you through and dilute the blame
Don’t ever want to hear those words today
You made me high then you swooped so low
From the hummingbird to a silent crow
I was on your side but then I saw it change
I always used to love November
But now it always floods with rain
I always used to love November
But now it always floods with rain
Oh how can I forgive?
Those words will stain forever
I always used to love November
But now it always floods with rain
I always used to love November
But now it always floods with rain
Oh how can I forgive?
Those words will stain forever
To soak you through and dilute the blame
Don’t ever want to hear those words today
You made me high then you swooped so low
From a hummingbird to a silent crow
I was on your side but then I saw it change
I always used to love November
But now it always floods with rain
Oh how can I forgive?
Those words will stain forever
I left you out in the English rain
To soak you through and dilute the blame
Don’t ever want to hear those words today
You made me high then you swooped so low
From the hummingbird to a silent crow
I was on your side but then I saw it change
I always used to love November
But now it always floods with rain
I always used to love November
But now it always floods with rain
Oh how can I forgive?
Those words will stain forever
I always used to love November
But now it always floods with rain
I always used to love November
But now it always floods with rain
Oh how can I forgive?
Those words will stain forever
Please Don't Say tou loveme
Summer comes, winter fades
Here we are just the same
Don't need pressure, don't need change
Let's not give the game away
There used to be an empty space
A photograph without a face
But with your presence, and your grace
Everything falls into place
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Doesn't mean my heart stops skipping when you look at me like that
There's no need to worry when you see just where we're at
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Heavy words are hard to take
Under pressure precious things can break
And how we feel is hard to fake
So let's not give the game away
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Doesn't mean my heart stops skipping when you look at me like that
There's no need to worry when you see just where we're at
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
And fools rush in
And I've been the fool before
This time I'm gonna slow it down
'Cause I think this could be more
The thing I'm looking for
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Doesn't mean my heart stops skipping when you look at me like that
There's no need to worry when you see just where we're at
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Doesn't mean my heart stops skipping when you look at me like that
There's no need to worry when you see just where we're at
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Here we are just the same
Don't need pressure, don't need change
Let's not give the game away
There used to be an empty space
A photograph without a face
But with your presence, and your grace
Everything falls into place
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Doesn't mean my heart stops skipping when you look at me like that
There's no need to worry when you see just where we're at
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Heavy words are hard to take
Under pressure precious things can break
And how we feel is hard to fake
So let's not give the game away
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Doesn't mean my heart stops skipping when you look at me like that
There's no need to worry when you see just where we're at
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
And fools rush in
And I've been the fool before
This time I'm gonna slow it down
'Cause I think this could be more
The thing I'm looking for
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Doesn't mean my heart stops skipping when you look at me like that
There's no need to worry when you see just where we're at
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Doesn't mean my heart stops skipping when you look at me like that
There's no need to worry when you see just where we're at
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Kamis, 23 Oktober 2014
Impossible
impossible is just a big word thrown around
by small men who find it easier
to live in the world they've been given
than to explore the power they have
to change it
impossible is not a fact. it's a dare
impossible is potencial. impossible is temporary
impossible is nothing
(Muhammad Ali)
Breaking The Circle
kembali ke tidak adilannya dunia. Bila orang cerdas bertambah cerdas, bila orang kaya bertambah kaya, yang terkenal menjadi semakin terkenal, lalu bagaimana yang tidak ceradas, miskin, dan tak terkenal?
Harus ada upaya yang besar untuk memutus rantai 'kesialan' ini dan menggantikannya dengan rantai 'keberuntungan'
Selalu saja ada jalan pintas, hanya saja kita harus membayar lebih mahal daripada orang yang menempuh jalan biasa. Memasuki jalan tol perlu biaya mahal namun kita mendapatkan kecepatan lebih dari yang berada di jalan arteri
semakin jauh jarak tol yang kita tempuh, semakin banyak pula biaya yang harus kita siapkan. No pain No gain, no consequence no choices. Untuk menghancurkan lingkaran out of order, harus dengan gaya luar yang cukup. Dengan pengorbanan. Kata orang tiada perjuangan tanpa pengorbanan. Pengorbanan adalah kunci mematahkan lingkaran out of order menuju lingkaran outliers.
(habits,Felix Y.Siaw)
Harus ada upaya yang besar untuk memutus rantai 'kesialan' ini dan menggantikannya dengan rantai 'keberuntungan'
Selalu saja ada jalan pintas, hanya saja kita harus membayar lebih mahal daripada orang yang menempuh jalan biasa. Memasuki jalan tol perlu biaya mahal namun kita mendapatkan kecepatan lebih dari yang berada di jalan arteri
semakin jauh jarak tol yang kita tempuh, semakin banyak pula biaya yang harus kita siapkan. No pain No gain, no consequence no choices. Untuk menghancurkan lingkaran out of order, harus dengan gaya luar yang cukup. Dengan pengorbanan. Kata orang tiada perjuangan tanpa pengorbanan. Pengorbanan adalah kunci mematahkan lingkaran out of order menuju lingkaran outliers.
(habits,Felix Y.Siaw)
Selasa, 14 Oktober 2014
Sulang Rindu
mari sertakan sudut pandang berdua
di bawah langit yang sama
saat kita bersama saling menyulangkan rindu
di balik gemericik hujan
yang meneteskan dahaga untuk bersua
di bawah langit yang sama
saat kita bersama saling menyulangkan rindu
di balik gemericik hujan
yang meneteskan dahaga untuk bersua
Senin, 13 Oktober 2014
RESPECT UNITY 4 ALL
•Say hello
•Visit a friend
•Let another go first
•Share a smile
•Open a door
•Lend a hand
•Be tolerant
•Offer a hug
•Do an act of kidness everyday
•Call a lonely person
•Leave a thanks you note
•Cheer up friend
•Listen with your heart
•Say thanks you
•Pay this kidness forward
5 centimeter
Hanya mimpi dan keyakinan yang bisa membuat manusia berbeda dari yang lainnya, hanya mimpi dan keyakinan yang membuat manusia sangat istimewa dimata Sang Pencipta dan yang bisa di lakukan manusia hanya mereka tinggal mempercayainya di barengi dengan usaha.
Karena saat kau punya mimpi letakkan ia 5 centimeter di depan kening kamu. jangan menempel biarkan dia mengambang, menggantung 5 centimeter di depan kening kau.
Agar kamu slalu melihatnya agar kamu selalu berusaha untuk meraihnya
INGAT 5 CM DI DEPAN KENING KAMU
Karena saat kau punya mimpi letakkan ia 5 centimeter di depan kening kamu. jangan menempel biarkan dia mengambang, menggantung 5 centimeter di depan kening kau.
Agar kamu slalu melihatnya agar kamu selalu berusaha untuk meraihnya
INGAT 5 CM DI DEPAN KENING KAMU
2 JENIS KERINDUAN
yang pertama tersebab kita pernaherasakan sesuatu dan menginginkannya kembali. Yang kedua kita tidak pernah mengalaminya dan benar-benar ingin mengalaminya. Setia menunggu dalam penantian yang lugu
TIPE LELAKI PENGGODA
beberapa tipe lelaki menggoda wanita yang saya ambil di buku "JanganJatuh Cinta" karya Setia Furqon Khalid
lelaki borju, "Malam minggu, mau makan dimana beb?"
lelaki Pinter, "Belajar bareng di rumahkuaja yu!"
lelaki Lebay, "Dari kemarin aku gak bisa fokus belajar, karna yang ada di fikiranku cuma kamu terus"
lelaki Doyan sinetron, (Sambil bantu ngambilin bukumu yang terjatuh lalu menatap penih cinta), "kamu nggak apa-apa?"
lelaki Melow, "Aku tanpamu butiran debu"
lelaki sok pahlawan, "Sms aku aja kalo kamu butuh bantuan ok"
lelaki Playboy, "Cewek, godain kita dong"
lelaki ngakunya Alim, "Ukhty, jangan lupa nanti malam tahajud ya. Nanti ana bangunkan via miscall."
so, Wanita..HATI-HATI..Jangan tergoda dengan rayuan mereka
lelaki borju, "Malam minggu, mau makan dimana beb?"
lelaki Pinter, "Belajar bareng di rumahkuaja yu!"
lelaki Lebay, "Dari kemarin aku gak bisa fokus belajar, karna yang ada di fikiranku cuma kamu terus"
lelaki Doyan sinetron, (Sambil bantu ngambilin bukumu yang terjatuh lalu menatap penih cinta), "kamu nggak apa-apa?"
lelaki Melow, "Aku tanpamu butiran debu"
lelaki sok pahlawan, "Sms aku aja kalo kamu butuh bantuan ok"
lelaki Playboy, "Cewek, godain kita dong"
lelaki ngakunya Alim, "Ukhty, jangan lupa nanti malam tahajud ya. Nanti ana bangunkan via miscall."
so, Wanita..HATI-HATI..Jangan tergoda dengan rayuan mereka
Minggu, 12 Oktober 2014
MENGUBAH KEGAGALAN MENJADI KESUKSESAN
MENGUBAH KEGAGALAN MENJADI KESUKSESAN
Mungkin diantara kita merasa bahwa saat gagal menyapa kita hidup seakan berakhir begitu saja. jagan mudah berpikir negatif, kegagalan adalah tangga kesuksesan jangan menyerah tetapa semangat dan ini tips agar kita mampu mengubah kegagalan menjadi satu langkah menuju kesuksesan
1. Belajar dari kesalahan
2. Koreksi kesalahan dan kelemahan
3. Jangan salahkan lingkungan dan nasib
4. Gabungkan kerja keras, tekun dan mencoba
5. Setiap kegagalan selalu ada sisi positive
Mungkin diantara kita merasa bahwa saat gagal menyapa kita hidup seakan berakhir begitu saja. jagan mudah berpikir negatif, kegagalan adalah tangga kesuksesan jangan menyerah tetapa semangat dan ini tips agar kita mampu mengubah kegagalan menjadi satu langkah menuju kesuksesan
1. Belajar dari kesalahan
2. Koreksi kesalahan dan kelemahan
3. Jangan salahkan lingkungan dan nasib
4. Gabungkan kerja keras, tekun dan mencoba
5. Setiap kegagalan selalu ada sisi positive
Sajak TaufiqurRahman
Aku gk tau judul sajak ini apa entah lupa atau gk ingat hehehe sama aja, pertama kali denger teman yang bacain di telpon karena kita gk tau kebetulan kakaknya dapet buku baru sajaknya Taufiqur Rahman nah ini dia sajaknya
Syukurku dulu aku pernah bertemu denganmu
hidungmu mungkin juga baju dan sepatumu
masih mengenal diriku yang seperti itu
kata salam saling bersulang
neon masjid yang biasa mati
kini menyala terang
bak cahaya bulan bergabung dengan bintang
ayat-ayat favoritmu
masih menyala dalam ingatanku
singgungan guyonanmu mengadu pada diriku
dari kejauhan aku dapat menebak suaramu
yang menggelegar memoryku yg mendadak tegak
puisiku tulis sambil mengemis
dan biarkan kawan ribuan malaikat bercerita
bahwa kita pernah ada
rindu ingin bertemu di teras perjuangan
yang bersama kita bayangkan
do'amu do'aku terbang bersama waktu
yg slalu ingin bertemu
vitamin GRATIS
MOTIVASI adalah vitamin gratis bagi individu yang bisa membuat dirinya sangat hebat, sangat brengsek atau diantara keduanya
Kebiasaan PAHLAWAN
"Kebiasaan pahlawan adalah BERFIKIR lebih cepat dari pada orang biasa BEKERJA sebelum orang lain bekerja BERAKTIFITAS lebih lama dari orang biasa, MENGURANGI jam-jam santainya MENYEDIKITKAN waktu tidurnya memberdayakan semua"
-WAY TO WIN-
-WAY TO WIN-
PISAU TAJAM
Pisau tajam itu bernama penantian
seperti biasa selepas senja ku tunggu seikat angin
membawa senyummu dan meninggalkannya di jendela
membelai gaun-gaun jenuh yang telah mengarat
oleh jarum-jarum penantian
ku lewati lorong-lorong mimpimu yang pengap dan gelisah
tanpa ku temukan pucat dan meneteskan keringat
pada awan mana ku temukan lagi senyummu
yang pernah menggerimis
yang belum mampu kuselesaikan dalam lukisanku
menghitung detik-detik matahari
kemudian menjumlahkan dengan aksioma-aksioma
adalah ritual yang ku lakukan untuk menunggu malam
yang melalui tangan rembulan
melukis partitur tangismu pada bebatuan bernama
RINDU
seperti biasa selepas senja ku tunggu seikat angin
membawa senyummu dan meninggalkannya di jendela
membelai gaun-gaun jenuh yang telah mengarat
oleh jarum-jarum penantian
ku lewati lorong-lorong mimpimu yang pengap dan gelisah
tanpa ku temukan pucat dan meneteskan keringat
pada awan mana ku temukan lagi senyummu
yang pernah menggerimis
yang belum mampu kuselesaikan dalam lukisanku
menghitung detik-detik matahari
kemudian menjumlahkan dengan aksioma-aksioma
adalah ritual yang ku lakukan untuk menunggu malam
yang melalui tangan rembulan
melukis partitur tangismu pada bebatuan bernama
RINDU
Penawaran
Seseorang hadir di hidupmu karena sebuah alasan. Mereka datang menawarkan kebahagiaan dan juga kekecewaan. Ada yang hanya sesaat tapi ada pula yang setiap saat. Mereka datang silih berganti meninggalkan kasih terkadang perih namun percayalah akan ada seseorang yang datang dan menetap sepanjang masa di hidupmu. Allah sengaja membiarkanmu bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum akhirnya mempertemukanmu dengan orang yang tepat agar kau dapat mensyukuri nikmatNya sepanjang masa
Sabtu, 11 Oktober 2014
semi lalu
musim semi hampir belalu
menyisakan garis tandus sebuah ingatan
untuk hal-hal yang tak mampu terungkap kata
aku melawan gugur
yang hampir membuat hancur
menyisakan garis tandus sebuah ingatan
untuk hal-hal yang tak mampu terungkap kata
aku melawan gugur
yang hampir membuat hancur
Hujan
-Hujan mungkin akan sama seperti luka. Datang sesaat kemudian pergi meninggalkan sisa-
-Hujan selalu merintikkan kerinduan aromanya yang selalu menghantarkanku kekhayalan-
-Hujan dan aksioma-aksioma tentang kamu-
ikatan
"aku kamu dan kita berjalan bersisian dalam ikatan tak kasat mata. menangis dan tertawa. terluka dan bahagia, kita tak saling melupakan satu sama lain. Karena itu kita di ciptakan"
-when i meet you-
-when i meet you-
PERPISAHAN TERINDAH
ada masa yang terlewati
masa indah bersamamu
mengeja arti kebersamaan
dalam prasasti kehidupan
ada arti sendiri
tentang semua ini
untuk kita
maaf maafkanlah aku
bukan aku yang menginginkan
tapi waktu yang menuntutku
jadikanlah ini perpisahan terindah
dalam hidupmu
dalam langkahmu
tanpamu tanpa hatimu
apalah diriku
perpisahan terindah tanpa dendam dalam hati
masa indah bersamamu
mengeja arti kebersamaan
dalam prasasti kehidupan
ada arti sendiri
tentang semua ini
untuk kita
maaf maafkanlah aku
bukan aku yang menginginkan
tapi waktu yang menuntutku
jadikanlah ini perpisahan terindah
dalam hidupmu
dalam langkahmu
tanpamu tanpa hatimu
apalah diriku
perpisahan terindah tanpa dendam dalam hati
BANGKIT
waktunya bangkit dari keterpurukan waktunya kita untuk belajar, karena kita tak ingin jadi pecundang. bangkit di saat begitu banyak rakyat negri ini yang bodoh dan terbelakang, buta huruf
kita sebegai generasi pelajar berbenah, kita entaskan merka dari ketertinggalan lantas selangkah demi selangkah, kita mencoba melepaskan diri dari belenggu asing dan kita akan berdiri di atas kaki sendiri..
Langganan:
Komentar (Atom)