Kali ini angkasa seperti terbelah jadi dua
semu kemerahan di ufuk timur
dan sebagian lagi masih biru tua
menyisakan jejak malam dan kawanan berbintang
sementara bulan masih menyala perak
bundar bagaikan mutiara
yang bertengger di tepi langit siap ditelan
mulut fajar
dan rindu masih mengapung di sana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar