mungkin dinding pembatas kita kini
bukan sekedar jarak atau masa
namun tentangnya waktu tlah menggoreskan
keyakinan, opini, dan kesimpulan berbeda
di setiap helai lusuh takdir kita
kisah yang terbentuk
keputusan yang di ambil
sesaat setelah kenyataan memisahkan
langkah kita di persimpangan
melukiskan objek yang berbeda
tentang komitmen, cinta dan kehidupan
jauh di pelupuk mata kita
entah biru, jingga atau keemasan
ku toleh kebelakang sesuatu terbentuk dan membekas
di alur masa yang kita lewati
jejak kaki kita
file-file yang beratur berarak
menapak tilas perjuangan kita di masa lalu
saat bersusah payah mengukir ketulusan
jatuh bangun di setiap alineanya
menawar harga kebenaran kata-kata
pada butir gerimis yang membekas
saat hakikat persahabatan tak lagi logis
dengan makna yang tabu untuk di pahami
hati kita berbeda
mendung pekat kelabu tak perlu di perbincangkan
hanya fahamilah ... hidup kita berbeda
namun tetaplah seperti kuning dan merah yang berbeda
tapi menjadi pelangi
ya tetap dalam perbedaannya
dan tetaplah menjadi hari ini meski esok berbeda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar