selamat tinggal sayang ...
kenang aku sebagai tahun yang membuatmu lebih berani
tahun yang mengisahkan tentang kepahitan
tahun yang akan membuatmu tersenyum saat mengingatnya
ah .. tersenyum kataku
tapi itu harapku ...
bila tahun ini aku tak mampu menjaga air matamu
mungkin saja pernah ku sumbangkan senyuman
untuk kau simpan saat kau lupa tersenyum
last desember 2014
semua mempunyai intonasi dan vibrasi yang berbeda, sayang bila dengan mudah kita lewatkan tanpa menyimpannya pada aksara MARI BERMAIN DENGAN KATA
Rabu, 31 Desember 2014
Senin, 29 Desember 2014
Minggu, 28 Desember 2014
8 BAHASA TUBUH YANG HARUS DI HINDARI SAAT PRESENTASI
ini dia 8 bahasa tubuh yang harus kita hindari saat presentasi
1. Menghindari kontak mata
2. Tidak biasa diam, alias gerak terlalu over
3. Berdiri seperti patung
4. Tangan masuk ke kantong (entah kantong baju atau celana)
5. Meniru gaya orang lain
6. Banyak gurau tapi bukan humor
7. Membawa benda yang tidak berhubungan
8. Bersandan dan tidak berdiri tegak
sumber: Buku Tarbiyah Ta'lim 2,Wada' A
Sajak Ainun
Pekat itu menjelma kembali merajai celah aula hati
dentingan irama resah menggantungkan tanya yang terseok
tanpa jawab pasti
masih adakah kata mesti di dunia ini?
hingga ku lupa hakikat pasti
malam ini...
masih tentang hati
ku merenungi artefak janji
dan sekali lagi tak ku pahami
angin berhembus, bintang berkelip
pagi ini dan sehelai luka
menyabet hatiku dengan belati yang nyata
sebelum hatiku pulih
pedang itu menikam kembali
Rahman ...
ini hambamu ...
yang terus meratap hal ganjil yang pada semestinya tak perlu
nmun senyum dan tawa itu
menjelma menjadi pecut api
yang mencambuk celah-celah jantung
luka itu menjalar
melebar oleh perputaran waktu
atas rotasi yang mengikit erat
pagi ini.... masih bertema pedih
ku basuh jiwaku yang berlumur duka
mengubur segalanya di lubuk hati
semoga ...
ternyata ...
saat sang surya terbit
pagi tadi
ada kepakan yang menaungi celah
celah pekat, kemarin malam
menyulut pelita
dalam kencang terpaan angin barat
barusan ku dengar dahan berderit
"kau tak sendiri"
lamongan 170612
ainoen's poem
dentingan irama resah menggantungkan tanya yang terseok
tanpa jawab pasti
masih adakah kata mesti di dunia ini?
hingga ku lupa hakikat pasti
malam ini...
masih tentang hati
ku merenungi artefak janji
dan sekali lagi tak ku pahami
angin berhembus, bintang berkelip
pagi ini dan sehelai luka
menyabet hatiku dengan belati yang nyata
sebelum hatiku pulih
pedang itu menikam kembali
Rahman ...
ini hambamu ...
yang terus meratap hal ganjil yang pada semestinya tak perlu
nmun senyum dan tawa itu
menjelma menjadi pecut api
yang mencambuk celah-celah jantung
luka itu menjalar
melebar oleh perputaran waktu
atas rotasi yang mengikit erat
pagi ini.... masih bertema pedih
ku basuh jiwaku yang berlumur duka
mengubur segalanya di lubuk hati
semoga ...
ternyata ...
saat sang surya terbit
pagi tadi
ada kepakan yang menaungi celah
celah pekat, kemarin malam
menyulut pelita
dalam kencang terpaan angin barat
barusan ku dengar dahan berderit
"kau tak sendiri"
lamongan 170612
ainoen's poem
watch... become...
watch your tough, they become words
watch your word, they become actions
watch your actions, they become habits
watch your habits, become character
watch your character, it become your destiny
-files not found-
watch your word, they become actions
watch your actions, they become habits
watch your habits, become character
watch your character, it become your destiny
-files not found-
Langganan:
Postingan (Atom)