HUSNUL KHOTIMAH SEORANG PENUNTUT ILMU
Hisyam Jabar as-Sakandari (28), seorang pemuda
muslim berkebangsaan Mesir, saudara kita seiman.
Beliau adalah salah seorang mahasiswa
Universitas Islam Madinah (UIM), hafal al-Quran
dengan sanad bersambung kepada Rasulullah -
Shallallahu Alahi Wasallam-, dia juga memiliki
sanad hadits kitab Shohih al-Bukhori, Muslim dan
kutub sunan lainnya.
Saudara kita ini dikenal baik dan sholeh oleh
seluruh 'masyaikh' yang mengajarinya, begitupun
di mata teman-teman dan orang yang sering
bermuamalah dengannya. Hisyam adalah seorang
penuntut ilmu yang dikenal dengan kesungguhan
dan keaktifan dalam mengejar ilmu di berbagai
masjid di kota Madinah.
Kamis sore (19/9/2013) Hisyam menghadiri sebuah
majelis talaqqi kitab Shohih Bukhori di masjid
Balawi, sebuah masjid yang terletak tidak jauh dari
kampus UIM. Pelajaran hadits yang dibimbing oleh
salah seorang ulama 'muhaddits' Madinah tersebut
dimulai sejak selesai sholat asar sampai selesai
sholat isya.
Setelah berbuka puasa sunnah kamis petang
tersebut, al-Akh Hisyam melanjutkan aktivitas
seperti biasa, sholat maghrib berjamaah kemudian
melanjutkan kajian lalu sholat isya berjamaah dan
melanjutkan pelajaran sampai batas jam yang
telah disepakati.
Setelah pelajaran ditutup, Hisyam berjalan seperti
biasa, ia berencana pulang ke asrama mahasiswa
di dalam kampus UIM. Namun, dalam perjalanan
pulang, Allah berkehendak lain atas hamba-Nya
ini. Hisyam dicabut nyawanya dan meninggalkan
dunia ini. "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun".
Tanpa ada sakit, kecelakaan lalu lintas atau ada
orang yang memukulnya, cukuplah Allah yang
menghentikan detak jantung untuk memanggilnya
menuju rahmat-Nya.
Sahabat MDH, perjalanan hidup Hisyam -
Rahimahullah- hendaknya menjadi pelajaran bagi
kita semua, betapa Allah itu maha kuasa dan
maha berkehendak atas hamba-hamba-Nya, juga
pelajaran besar bertapa kematian itu pasti datang
sesuai dengan takdir yang telah ditetapkan.
Hisyam, terkumpul padanya banyak kebaikan dan
dia membiasakan dirinya untuk selalu berada
dalam kondisi terbaik dalam menghadap tuhannya,
maka Allah pun memanggilnya dalam kondisi yang
baik -insya Allah-.
Bukan sebuah 'tazkiyah', tapi kalau kita mencoba
untuk mengintip kronologi wafatnya saudara kita
ini, maka kita akan berharap untuk bisa meninggal
dalam kondisi tersebut. Hisyam meninggal di
malam jum'at, malam mulia yang ada jaminan
Nabi bagi siapa yang meninggal dengan husnul
khotimah pada malam itu. Hisyam meninggal dan
dia berstatus penuntut ilmu, dia juga baru pulang
dari majelis ilmu hadits di sebuah masjid. Hisyam
meninggal di Madinah, dan Nabi menjamin siapa
yang meninggal di kotanya dengan husnul
khotimah berupa syafaat di hari kiamat nanti.
Jum'at sore (20/9/2013) jenazah Hisyam -
Rahimahullah- disholatkan oleh imam dan
makmum sholat asar di Masjid Nabawi, lalu
jenazahnya dikebumikan di pemakaman Baqi' di
samping masjid Nabi, makam yang telah
dikuburkan di dalamnya sahabat-sahabat Nabi dan
istri-istri beliau. Setelah selesai disholatkan, para
masyaikh, guru-guru besarnya adalah orang-orang
pertama yang memikul jenazahnya ke liang kubur.
Semoga Allah mengampuni Akhi Hisyam,
menyayanginya dan menjadikan kuburannya salah
satu taman dari taman-taman syurga-Nya.
Satu catatan menarik, Hisyam adalah pemuda
bujang yang belum menikah, dalam kondisi terbaik
di usia mudanya dan dalam semangat menuntut
ilmu, Allah memanggilnya dengan penuh kasih
sayang. Semoga Allah menikahkannya dengan para
bidadari bermata jeli di istana syurga sana,
berbulan madu untuk selama-lamanya, tersenyum
indah dalam kenikmatan nyata yang tiada
hentinya.
Sahabat MDH, semoga kisah ini menjadi pengingat
bagi kita semua. Ada kabar gembira dan motivasi
bagi mereka yang senantiasa memacu dirinya
untuk selalu berada dalam kondisi taat pada
penciptanya, sebagaimana di dalamnya ada
peringatan dan 'cubitan mesrah' bagi mereka yang
masih lalai dari mengingat maut dan pertemuan
dengan Tuhannya. Kita meminta pada Allah akhir
yang baik dari kehidupan ini, husnul khotimah, dan
kita bisa berkumpul kembali di taman-taman
syurga tertinggi. Aamiin...
Semoga bermanfaat, saling mengingatkan dalam
kebaikan dan ketaatan sebagai hamba dan khalifah
Allah di muka bumi ini.
Muhammad Dinul Haq -15/11/1434H-
____________
Kisah ini disampaikan oleh Musyrif kami, kakak
dan guru kami;
Syaikh Ahmad al-Mishri -Hafidzahullah- di
pertemuan malam Sabtu anggota al-Haiah
al-'Alamiyah li at-Ta'rif bil Islam, al-Madinah al-
Munawwarah, KSA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar