Selasa, 28 Oktober 2014

sajak Sapardi Djoko Damono

“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
Sapardi Djoko Damono
“Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu”
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“The day will come
When my body no longer exists
But in the lines of this poem
I will never let you be alone

The day will come
When my voice is no longer heard
But within the words of this poem
I will continue to watch over you

The day will come
When my dreams are no longer known
But in the spaces found in the letters of this poem
I will never tired of looking for you”
Sapardi Djoko Damono
“dalam diriku mengalir sungai panjang,
darah namanya;
dalam diriku menggenang telaga darah,
sukma namanya;
dalam diriku meriak gelombang sukma,
hidup namanya;
dan karena hidup itu indah,
aku menangis sepuas-puasnya”
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu”
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.

Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.”
Sapardi Djoko Damono
Sajak kecil tentang cinta

Mencintai angin harus menjadi siut...
Mencintai air harus menjadi ricik...
Mencintai gunung harus menjadi terjal...
Mencintai api harus menjadi jilat...
Mencintai cakrawala harus menebas jarak...

MencintaiMu harus menjadi aku”
Sapardi Djoko Damono
“barangkali hidup adalah doa yang panjang, dan sunyi adalah minuman keras. ia merasa Tuhan sedang memandangnya dengan curiga; ia pun bergegas.”
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“Kita berdua saja duduk,
Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput,
Kau entah memesan apa,
Aku memesan batu ditengah sungai terjal yang deras,
Kau entah memesan apa,
Tapi kita berdua saja duduk,”
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“Apa yang kau tangkap dari suara hujan
Dari daun-daun bugenvil yang teratur mengetuk jendel.
Apakah yang kau tangkap dari bau tanah
Dari ricik air yang turun di selokan”
Sapardi Djoko Damono
“I want to love you simply, in words not spoken: tinder to the flame which transforms it to ash
I want to love you simply, in signs not expressed: clouds to the rain which make them evanescent (Aku Ingin-I Want)”
Sapardi Djoko Damono
“Secangkir kopi yang dengan tenang menunggu kau minum itu tidak pernah mengusut kenapa kau bisa membedakan aromanya dari asap yang setiap hari kau hirup ketika berangkat dan pulang kerja di kota yang semakin tidak bisa mengerti kenapa mesti ada secangkir kopi yang tersedia di atas meja setiap pagi”
Sapardi Djoko Damono
Dalam Doaku

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku

Aku mencintaimu..

Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu

(1989)”
Sapardi Djoko Damono
“Aku Ingin

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya debu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
Sapardi Djoko Damono
“JARAK

dan Adam turun di hutan-hutan
mengabur dalam dongengan
dan kita tiba-tiba di sini
tengadah ke langit; kosong sepi”
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“Waktu berjalan ke Barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di belakang.
Aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan.
Aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang,
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan.”
Sapardi Djoko Damono
“SEMENTRA KITA SALING BERBISIK

Sementara kita saling berbisik
Untuk lebih lama tinggal
Pada debu, cinta yang tinggal berupa
Bunga kertas dan lintasan angka-angla

Ketika kita saling berbisik
Di luar semakin sengit malam hari
Memadamkan bekas-bekas telapak kaki, menyekap sisa-sisa unggun api
Sebelum fajar. Ada yang masih bersikeras abadi.

(1966)”
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“DI RESTORAN

Kita berdua saja, duduk. Aku memesan
ilalang panjang dan bunga rumput --
kau entah memesan apa. Aku memesan
batu ditengah sungai terjal yang deras --

kau entah memesan apa. Tapi kita berdua
saja, duduk. Aku memesan rasa sakit
yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu.

(1989)”
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
“YANG FANA ADALAH WAKTU

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”
tanyamu.
Kita abadi.

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982”
Sapardi Djoko Damono, Perahu Kertas
“Aku mencintaimu.
Itulah sebabnya aku tak pernah berhenti mendoakanmu.”
Sapardi Djoko Damono

November

I left you out in the English rain
To soak you through and dilute the blame
Don’t ever want to hear those words today
You made me high then you swooped so low
From a hummingbird to a silent crow
I was on your side but then I saw it change
I always used to love November
But now it always floods with rain
Oh how can I forgive?
Those words will stain forever
I left you out in the English rain
To soak you through and dilute the blame
Don’t ever want to hear those words today
You made me high then you swooped so low
From the hummingbird to a silent crow
I was on your side but then I saw it change
I always used to love November
But now it always floods with rain
I always used to love November
But now it always floods with rain
Oh how can I forgive?
Those words will stain forever
I always used to love November
But now it always floods with rain
I always used to love November
But now it always floods with rain
Oh how can I forgive?
Those words will stain forever

Please Don't Say tou loveme

Summer comes, winter fades
Here we are just the same
Don't need pressure, don't need change
Let's not give the game away

There used to be an empty space
A photograph without a face
But with your presence, and your grace
Everything falls into place

Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Doesn't mean my heart stops skipping when you look at me like that
There's no need to worry when you see just where we're at
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back

Heavy words are hard to take
Under pressure precious things can break
And how we feel is hard to fake
So let's not give the game away

Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Doesn't mean my heart stops skipping when you look at me like that
There's no need to worry when you see just where we're at
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back

And fools rush in
And I've been the fool before
This time I'm gonna slow it down
'Cause I think this could be more
The thing I'm looking for

Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Doesn't mean my heart stops skipping when you look at me like that
There's no need to worry when you see just where we're at
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back

Please don't say you love me
'Cause I might not say it back
Doesn't mean my heart stops skipping when you look at me like that
There's no need to worry when you see just where we're at
Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back

Just please don't say you love me
'Cause I might not say it back

Kamis, 23 Oktober 2014

Impossible

impossible is just a big word thrown around
by small men who find it easier 
to live in the world they've been given
than to explore the power they have
to change it
impossible is not a fact. it's a dare
impossible is potencial. impossible is temporary
impossible is nothing
(Muhammad Ali)

Breaking The Circle

kembali ke tidak adilannya dunia. Bila orang cerdas bertambah cerdas, bila orang kaya bertambah kaya, yang terkenal menjadi semakin terkenal, lalu bagaimana yang tidak ceradas, miskin, dan tak terkenal?
Harus ada upaya yang besar untuk memutus rantai 'kesialan' ini dan menggantikannya dengan rantai 'keberuntungan'
Selalu saja ada jalan pintas, hanya saja kita harus membayar lebih mahal daripada orang yang menempuh jalan biasa. Memasuki jalan tol perlu biaya mahal namun kita mendapatkan kecepatan lebih dari yang berada di jalan arteri
semakin jauh jarak tol yang kita tempuh, semakin banyak pula biaya yang harus kita siapkan. No pain No gain, no consequence no choices. Untuk menghancurkan lingkaran out of order, harus dengan gaya luar yang cukup. Dengan pengorbanan. Kata orang tiada perjuangan tanpa pengorbanan. Pengorbanan adalah kunci mematahkan lingkaran out of order menuju lingkaran outliers.


(habits,Felix Y.Siaw)

Selasa, 14 Oktober 2014

Sulang Rindu

mari sertakan sudut pandang berdua
di bawah langit yang sama
saat kita bersama saling menyulangkan rindu
di balik gemericik hujan
yang meneteskan dahaga untuk bersua

Senin, 13 Oktober 2014

RESPECT UNITY 4 ALL

•Say hello
•Visit a friend 
•Let another go first
•Share a smile
•Open a door
•Lend a hand
•Be tolerant
•Offer a hug
•Do an act of kidness everyday
•Call a lonely person
•Leave a thanks you note
•Cheer up friend
•Listen with your heart
•Say thanks you
•Pay this kidness forward